2

Air terjun Kali Klepuh : Si perkasa di kaki Gunung Argopuro

Setelah hampir 3 minggu lamanya, disibukkan dengan tugas sekolah yang semakin lama semakin menumpuk gak kelar-kelar. Malamnya seorang sahabat perjalanan saya, Yesi yang gak lulus-lulus ikutan sumpek karena skripsinya, ikutan meracuni pikiran saya untuk piknik hore lagi. Iya sepertinya saya butuh piknik. Lembaran kertas-kertas penuh coretan hitungan saya singkirkan jauh dari kamar, digantikan dengan beberapa item, rain cover, knife army, sunglasses, emergency kit, sepatu, sandal trekking dan camera. Well done, I’m ready to explore Jember again.

Pegunungan Argopuro

Pegunungan Argopuro

Continue reading

16

Eksotisme Air Terjun Watu Ondo Jember

Saya ini orangnya mudah banget terdistraksi. Jumat malam setelah berjumpa dengan beberapa teman Alengleng yang hobinya gak bisa nahan jalan kalau ada hari libur dikit, pamer foto-foto air terjun yang keren banget. Saya langsung mengiyakan tanpa pikir panjang. Padahal hari sebelumnya saya sudah membooking lapangan badminton untuk menghabiskan weekend dengan rencana hidup yang lebih sehat. Ternyata hanyalah wacana, Alengleng berhasil membuat saya membatalkan agenda dan merelakan uang sewa badminton demi rencana hidup lebih sehat dan bermartabat.

Dipamerin foto beginian, siapa yang bakal nolak?

Dipamerin foto beginian, siapa yang bakal nolak?

Beberapa teman backpacker Jember banyak sekali yang penasaran dengan Air terjun Watu Ondo. Sebenarnya tidak begitu susah mencarinya, hanya saja medan yang dilalui memang bukanlah jalan setapak ataupun berbatu dan bermakadam. Namun hutan belantara dengan menyusuri sungai dengan aliran yang tidak begitu deras dan dipenuhi sarang laba-laba, kerena jarang sekali dilalui warga setempat.

Perjalanan masuk keluar hutan

Perjalanan masuk keluar hutan

Tiga petualang cantik, jika dilihat dari tampak belakang.

Tiga petualang cantik, jika dilihat dari tampak belakang.

ready to see a little paradise

ready to see a little paradise

Continue reading

1

Tersesat di Pantai berpasir cokelat.

Setiap orang pasti punya konsep travelling yang nyaman untuk diri sendiri. Ada yang sering koar-koar kalau lebih senang travelling sendirian karena gak mau direpotin temen seperjalanan, ada yang lebih senang ramai-ramai karena takut nyasar. Ya, everybody have a choice. Saya sendiri sih mau model travelling apapun hayuk aja. Pertama kali solo travelling, alasannya klise banget, lagi patah hati dan pengen menyendiri. Iya itu sih jaman masih labil yang stabil gitu deh. Namun lama kelamaan saya enjoy dengan travelling sendirian, lebih karena bisa dengan mudah menikmati perjalanan tanpa harus terbatasi waktu, bisa menetapkan itinerary sendiri kemana aja, dan gak ketahuan kalau pas lagi khilaf flirting cowok sebelah.

Saya bersyukur ketika akhir bulan January yang lalu, pergi ke pantai Nanggelan bersama teman-teman rombongan besar berjumlah 14 orang, karena menujunya saya nyasar gak karuan hampir kurang lebih satu jam didalam hutan. Karena menuju pantai Nanggelan, jalan yang dilalui saat trekking sangat rumit. Bahkan salah satu teman yang sering ke Nanggelan pun masih bingung harus kemana, karena medan yang berbukit, hutan belantara, serta tidak adanya penunjuk arah yang jelas.

Yogaaaa....

Yogaaaa….

nyasar-nyasara men..

nyasar-nyasar men..

Continue reading

8

Air terjun yang jatuh dari langit tertinggi di Jember, Tancak Tulis.

Pagi ini secangkir kopi hitam menjadi bekal sarapan pagi saya. Sembari menunggu kedatangan beberapa teman seperjalanan yang semalam berjanji bertemu pukul 8 pagi hari. Namun sampai lebih dari 30 menit, batang hidungnya pun tak nampak. Saya lelaah. Sepertinya budaya ngaret sudah mendarah daging di anak Indonesia seperti kami yang semakin bersahaja ini.

Fyi, tulisan mengenai Tancak Tulis ini berbeda dengan tulisan sebelumnya yang sama2 berjudul Tancak. Tancak sendiri dalam bahasa madura berarti Air terjun. Post sebelumnya di blog ini adalah Tancak Panti yang berlokasi di Panti. Sedangkan tulisan ini adalah tentang Tancak Tulis, yang terletak di Tanggul, Jember.

salah satu perkebunan yang dilewati

salah satu perkebunan yang dilewati

Continue reading

9

7 bidadari di Air Terjun Rowosari

“Hoi, besok pagi ke Rowosari, yuk. Nyamperin Air terjun. Diajakin Tim Sukalanjalan.com nih”

Seketika saja kopi panas yang masih belum tertelan ini hampir menyembur ke arah suara parau milik lelaki berwajah kusut, tidak terlalu tinggi namun selalu banyak bicara. Belum genap 8 jam yang lalu saya masih terkena sindrom pusing dan mual akibat berkendara menaiki bus trayek Surabaya – Jember, dengan sopir yang sepertinya memendam bakat menjadi pembalap formula 1 mengendarai bus ugal-ugalan, apesnya saya duduk di kursi paling depan dekat dengan sopir. Seperti nonton bioskop 3D, teriakan penumpang terdengar seperti kelompok paduan suara, kompak meneriakkan “Aaaakkkkkk… SOPIR BA7%#@*..”

Namanya Yova, saya mengenal dia ketika kami mengerjakan satu proyek bersama-sama selama hampir 3 minggu. Yova adalah salah satu oknum yang patut disalahkan ketika berbicara tentang Air Terjun dan meracuni saya untuk ikutan. Dia selalu menyombongkan diri sebagai pemburu Air Terjun dimanapun dengan kondisi apapun, ah ntahlah mungkin dia lelah, karena sampai saat ini memburu wanita adalah hal yang paling sulit dilakukannya.

Tepat pukul 9 pagi keesokan harinya, saya yang masih pusing dan mual akibat semalam sukses dipaksa ikutan, sudah berkumpul bersama Yova beserta beberapa kawan lainnya dari sukalanjalan.com yang akhirnya meluncur menuju desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe.

Continue reading

11

Mandi Pagi di Air Terjun Manggisan

Menuju Air Terjun Manggisan tidaklah serumit yang saya bayangkan, minimnya informasi yang didapat tidak menyurutkan keinginan saya mencari air terjun yang terletak kurang lebih 35 kilometer arah barat kota Jember tersebut. Berbekal dari hasil GPS (Garwanipun penduduk sekitar) sangat membantu sekali, jadi janganlah malu bertanya, daripada nyasar kemana-mana.

Menuju air terjun manggisan, kita bisa melalui kecamatan tanggul, kemudian belok kiri arah patemon. Menuju desa Manggisan, kurang lebih satu jam perjalanan yang akan dilalui. Medan yang ditempuh bisa menggunakan motor maupun mobil, jika mengendarai mobil disarankan ber-ground clearance ataupun double gardan. Dikarenakan setengah perjalanan yang kita lalui akan melewati jalan makadam dan jalan yang sangat sempit, hanya dapat dilalui satu mobil saja jika melewatinya, kerena jalanan ini masih bagian dari Perkebunan Sungai Tengah.

Jalanan yang hanya bisa dilalui satu mobil saja.

Jalanan yang hanya bisa dilalui satu mobil saja.

Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan yang menakjubkan, barisan bukit yang menghijau serta hamparan sawah yang saat itu sedang dibajak oleh seorang lelaki tua menjadi pemandangan yang langka bagi saya dan teman-teman, yang sehari-harinya hanya terbiasa duduk dimeja kerja berlatarkan kemacetan jalanan yang semakin rumit.

Continue reading

3

Mendaki gunung, lewati lembah menuju Tancak.

Bipp. Bipp.

Sebaris pesan singkat membangunkan kantuk yang teramat sangat setelah hari sebelumnya kelelahan hebat akibat menembus hutan Meru Betiri. “Besok sibuk gak? Jalan yuk ke Tancak” Pesan singkat dari Bella, teman rusuh dari SMA membuat saya terheran-heran. Tumben banget ini anak ngajakin jalan-jalan, biasanya juga cuma nongkrong ataupun ngopi-ngopi cantik. Itupun juga jarang banget. Dengan penuh pertimbangan karena ogah kalau harus dibohongin lagi sama Bella, saya segera mengiyakan.

Tepat pukul 11 siang dipayungi dengan sinar matahari yang berada tepat di atas kepala, kami ber-lima berangkat menuju Gng. Pasang, Panti. Anggota tambahan yang sukses juga kena hasut buat ikutan yaitu Fafan, Beta dan Selly. Menuju Tancak kita harus melewati Perkebunan Kopi milik PTPN XII wilayah Panti tempat terakhir sebelum tracking menuju Air Terjun Tancak. Dengan penuh semangat dan tekad yang besar kami mulai menyusuri setapak demi setapak jalanan rusak menembus hutan lebat.

Continue reading