8

Air terjun yang jatuh dari langit tertinggi di Jember, Tancak Tulis.

Pagi ini secangkir kopi hitam menjadi bekal sarapan pagi saya. Sembari menunggu kedatangan beberapa teman seperjalanan yang semalam berjanji bertemu pukul 8 pagi hari. Namun sampai lebih dari 30 menit, batang hidungnya pun tak nampak. Saya lelaah. Sepertinya budaya ngaret sudah mendarah daging di anak Indonesia seperti kami yang semakin bersahaja ini.

Fyi, tulisan mengenai Tancak Tulis ini berbeda dengan tulisan sebelumnya yang sama2 berjudul Tancak. Tancak sendiri dalam bahasa madura berarti Air terjun. Post sebelumnya di blog ini adalah Tancak Panti yang berlokasi di Panti. Sedangkan tulisan ini adalah tentang Tancak Tulis, yang terletak di Tanggul, Jember.

salah satu perkebunan yang dilewati

salah satu perkebunan yang dilewati

Continue reading

9

7 bidadari di Air Terjun Rowosari

“Hoi, besok pagi ke Rowosari, yuk. Nyamperin Air terjun. Diajakin Tim Sukalanjalan.com nih”

Seketika saja kopi panas yang masih belum tertelan ini hampir menyembur ke arah suara parau milik lelaki berwajah kusut, tidak terlalu tinggi namun selalu banyak bicara. Belum genap 8 jam yang lalu saya masih terkena sindrom pusing dan mual akibat berkendara menaiki bus trayek Surabaya – Jember, dengan sopir yang sepertinya memendam bakat menjadi pembalap formula 1 mengendarai bus ugal-ugalan, apesnya saya duduk di kursi paling depan dekat dengan sopir. Seperti nonton bioskop 3D, teriakan penumpang terdengar seperti kelompok paduan suara, kompak meneriakkan “Aaaakkkkkk… SOPIR BA7%#@*..”

Namanya Yova, saya mengenal dia ketika kami mengerjakan satu proyek bersama-sama selama hampir 3 minggu. Yova adalah salah satu oknum yang patut disalahkan ketika berbicara tentang Air Terjun dan meracuni saya untuk ikutan. Dia selalu menyombongkan diri sebagai pemburu Air Terjun dimanapun dengan kondisi apapun, ah ntahlah mungkin dia lelah, karena sampai saat ini memburu wanita adalah hal yang paling sulit dilakukannya.

Tepat pukul 9 pagi keesokan harinya, saya yang masih pusing dan mual akibat semalam sukses dipaksa ikutan, sudah berkumpul bersama Yova beserta beberapa kawan lainnya dari sukalanjalan.com yang akhirnya meluncur menuju desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe.

Continue reading

11

Mandi Pagi di Air Terjun Manggisan

Menuju Air Terjun Manggisan tidaklah serumit yang saya bayangkan, minimnya informasi yang didapat tidak menyurutkan keinginan saya mencari air terjun yang terletak kurang lebih 35 kilometer arah barat kota Jember tersebut. Berbekal dari hasil GPS (Garwanipun penduduk sekitar) sangat membantu sekali, jadi janganlah malu bertanya, daripada nyasar kemana-mana.

Menuju air terjun manggisan, kita bisa melalui kecamatan tanggul, kemudian belok kiri arah patemon. Menuju desa Manggisan, kurang lebih satu jam perjalanan yang akan dilalui. Medan yang ditempuh bisa menggunakan motor maupun mobil, jika mengendarai mobil disarankan ber-ground clearance ataupun double gardan. Dikarenakan setengah perjalanan yang kita lalui akan melewati jalan makadam dan jalan yang sangat sempit, hanya dapat dilalui satu mobil saja jika melewatinya, kerena jalanan ini masih bagian dari Perkebunan Sungai Tengah.

Jalanan yang hanya bisa dilalui satu mobil saja.

Jalanan yang hanya bisa dilalui satu mobil saja.

Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan yang menakjubkan, barisan bukit yang menghijau serta hamparan sawah yang saat itu sedang dibajak oleh seorang lelaki tua menjadi pemandangan yang langka bagi saya dan teman-teman, yang sehari-harinya hanya terbiasa duduk dimeja kerja berlatarkan kemacetan jalanan yang semakin rumit.

Continue reading

0

Bejana Waktu di 2014

Dari sekian banyak langkah-langkah kecil setiap harinya, tahun ini saya benar-benar merasa teramat sangat bahagia, banyak kejutan manis, teguran serta lompatan-lompatan hal indah dalam usia saat ini. Saya ini pelupa, jadi mungkin saja banyak yang terlewat begitu saja. Jika tahun 2013 merupakan tahun dimana saya bersemangat menyelesaikan kuliah, stuck pada pekerjaan yang itu saja. Maka tahun ini adalah tahun penuh harapan untuk sesuatu yang baru, sesuatu yang banyak saya mimpikan sendiri maupun bersama orang lain. I have a very cool set of family and friend. Another reason to be grateful everyday.

Beberapa hal yang saya ingat benar tahun ini.

  1. Lulus!

Continue reading

0

Cerita Hujan di Banjarmasin

Pukul setengah enam sore, Syamsudin Noor Airport.

Aku menggengam erat sebuah tiket pesawat menuju Surabaya, dengan mata lelah dan tubuh yang terhuyung huyung memaksakan diri menyeret koper merah lusuh menuju boarding room. Sambil sesekali berpaling melihat kejauhan, andai mungkin saja dia datang. Saat itu terbersit sebuah adegan dalam banyak film yang ribuan wanita pasti sangat menginginkannya. -Seseorang yang dari kejauhan berlari mengejar si wanita lalu kemudian berteriak keras memanggil nama yang tidak asing selalu dilontarkannya dan berlutut memintanya untuk kembali-.

Namun nihil.

Continue reading

3

Mendaki gunung, lewati lembah menuju Tancak.

Bipp. Bipp.

Sebaris pesan singkat membangunkan kantuk yang teramat sangat setelah hari sebelumnya kelelahan hebat akibat menembus hutan Meru Betiri. “Besok sibuk gak? Jalan yuk ke Tancak” Pesan singkat dari Bella, teman rusuh dari SMA membuat saya terheran-heran. Tumben banget ini anak ngajakin jalan-jalan, biasanya juga cuma nongkrong ataupun ngopi-ngopi cantik. Itupun juga jarang banget. Dengan penuh pertimbangan karena ogah kalau harus dibohongin lagi sama Bella, saya segera mengiyakan.

Tepat pukul 11 siang dipayungi dengan sinar matahari yang berada tepat di atas kepala, kami ber-lima berangkat menuju Gng. Pasang, Panti. Anggota tambahan yang sukses juga kena hasut buat ikutan yaitu Fafan, Beta dan Selly. Menuju Tancak kita harus melewati Perkebunan Kopi milik PTPN XII wilayah Panti tempat terakhir sebelum tracking menuju Air Terjun Tancak. Dengan penuh semangat dan tekad yang besar kami mulai menyusuri setapak demi setapak jalanan rusak menembus hutan lebat.

Continue reading

17

Pesona Hutan Lebat Merubetiri, Pantai Bandealit.

Seharusnya Jumat pagi ini saya sudah berada diatas kapal Bahari Express untuk berlayar menuju Pulau Bawean, namun siapa sangka sehari sebelum keberangkatan sebaris sms info dari pihak pelabuhan Gresik membuat hati saya menciut. “Informasi untuk seluruh penumpang Kapal Bahari Express Hari Jumat dengan tujuan Bawean, dibatalkan karena cuaca tidak mendukung” JLEB.

Saya berusaha move on dari kekecewaan akibat batal menuju ke Bawean, dengan cara jalan-jalan juga nyari tebengan. Kebetulan seorang kawan sedang melakukan survey di Muara Barat Bandealit, dengan tanpa malu-malu saya menawarkan diri sendiri buat ikutan menuju ke Pantai Bandealit. Sebuah pantai yang masih sangat alami dan sangat jarang dikunjungi oleh wisatawan, karena akses jalan menuju kesana yang lumayan jauh dan susah ditempuh.

Pintu masuk menuju JALAN YANG SEBENARNYA- (Dibaca: Jalan Makadam)

Pintu masuk menuju JALAN YANG SEBENARNYA- (Dibaca: Jalan Makadam)

Menuju ke Bandealit, dapat melalui dua rute. Rute yang pertama yaitu dari Kota Jember menuju kecamatan Ambulu, sampai di perempatan Ambulu arah Pantai Papuma, belok kiri menuju Perkebunan Kota Blater, dibutuhkan waktu sekitar 3.5 jam total perjalanan. Sedangkan rute kedua lebih rumit namun lebih mempersingkat waktu hingga satu jam perjalanan. Dari Kota Jember menuju ke arah Talangsari, kemudian pertigaan lurus ke arah Tempurejo hingga menemukan desa Andongrejo (Info lebih lanjut bisa menghubungi saya). Saya lebih memilih option kedua, mengingat perjalanan yang dilalui jauh dan hampir 70% perjalanan kita akan melalui jalan makadam. Saya sarankan menggunakan kendaraan ber ground clearance ataupun double gardan. Karena medan yang ditempuh sangat tidak bersahabat.

Continue reading