1 Hari Keliling Bangkalan

Apa saja sih yang bisa dilakukan ketika di Bangkalan dalam waktu satu hari?

Pertanyaan itu terjawab ketika saya memiliki satu hari libur ketika di Surabaya. Menuju Bangkalan dari Surabaya hanya sekitar 45 menit mengendarai motor melewati jembatan suramadu. Selain beberapa tempat yang selalu membuat saya ingin sekali mengunjungi, karena sering menjadi buah bibir para traveler, saya semakin penasaran dengan kuliner yang katanya murah dan enak-enak banget. Berbekal rasa penasaran itulah, terangkum spot menarik dan kuliner yang patut kalian coba ketika mengunjungi Bangkalan hanya dalam satu hari. Here we go..

– Jeddih, goa puteh.
Tempat yang wajib disinggahi bagi kalian ketika singgah di Bangkalan adalah, Bukit Jeddih atau Goa Puteh. Terletak di pusat Bangkalan, lurus saja hingga perempatan Ketapan belok kiri. Jika bingung, kalian bisa tanyakan ke warga sekitar yang pasti tidak akan segan menunjukkan arah ke Bukit Jeddih.

DSC_0090

Pemandangan dari atas bukit Jeddih, mengarah ke lokasi penambangan

Bukit Jeddih adalah tempat penambangan kapur yang masih aktif hingga saat ini, menuju ke Bukit Jeddih disarankan pagi hari karena jika terlalu siang, cuaca sangat panas dan bersiaplah merasakan kulit terbakar sinar matahari. Pemandangan yang ditawarkan sangat indah, bukit-bukit yang berada di kawasan ini membuat kita bisa melihat pemandangan pulau Madura dari ketinggian, tempat bekas penambangan yang terisi air berwarna hijau tosca seperti membentuk danau alami yang tak kalah cantiknya, warna putih kapur dan hijaunya rumput membuat gradasi warna yang sangat indah. Tidak heran jika tempat ini juga menjadi langganan sesi foto pre-wedding yang sangat disukai di Bangkalan.

IMG_20151209_084737

Rugi kalau gak ikutan narsis disini

 

DSC_0103

Bekas penambangan, membentuk kolam alami yang indah

Di bukit Jeddih juga terdapat kolam renang buatan, yang disediakan oleh pemerintah. Dengan membayar sebesar 10 ribu rupiah, kita sudah bisa merasakan sensasi berenang dikelilingi oleh truk yang sedang berlalu lalang mengangkut hasil tambang.

DSC_0087

Duduk-duduk bego sambil menghitamkan kulit

– Bukit Aer Mata
Setelah lelah menyusuri Bukit Jeddih, dengan mengendarai motor sekitar 45 menit menuju daerah Arosbaya, dekat pesaeran aer mata, sampailah saya di sebuah Bukit berwarna soklat. Soklat dalam Bahasa Madura berarti Cokelat. Dan memang benar, bukit yang saya datangi ini berwarna cokelat keseluruhan, tidak seperti Jeddih yang didominasi warna Putih. Tebing-tebing tinggi bekas penambangan juga menjadi daya Tarik tersendiri bagi pemburu foto seperti saya. Jika berutung kita juga bisa melihat aktifitas penambang yang ternyata masih aktif di sisi sebelah utara bukit. Penambangan masih menggunakan cara tradisional dengan menggunakan palu untuk memecah batu-batuan yang akan diangkut ke truk penambang.

IMG_20151209_113422

pasti gak bakal kepikiran kalau ini di Bangkalan

IMG_20151209_111446
Sebenarnya bukit soklat Aer Mata ini sangat indah, jika saja tidak ada vandalisme yang dilakukan oleh teman-teman pejalan pada batuan yang terletak disana, budaya yang masih senang meninggalkan jejak dengan mencoret-coret batu sungguh sangat tidak perlu, hanya meninggalkan kesan kotor dan kumuh.

IMG_20151209_111233

Perjuangan banget bisa naik disini

– Rojak Sewel
Setelah berpanas-panasan mengitari kota Bangkalan, perut yang kelaperan tentu saja perlu dimanjakan dengan makanan khas daerah, pilihan saya yang pertama kali ketika siang hari dengan panas terik menyengat seperti ini jatuh pada Rojak Sewel dan Rojak Tal-ontal, mendengar namanya saja sudah membuat penasaran, apalagi rasanya. Rujak Sewel yang paling terkenal dan sangat direkomendasikan oleh teman dan warga sekitar, berada di daerah Socah. Hanya dengan 10 ribu saja, kita bisa menikmati adonan tepung dengan cacahan udang yang dimakan dengan menggunakan sambal petis pedas, rasanya kenyal dan bertekstur lembut sekali, sambal petisnyanya yang sangat khas juga membuat lidah terasa dimanjakan.

Jpeg

Rojak Sewel

Setelah menikmati Rojak Sewel yang menggetarkan lidah, saya kembali menyusuri kota Bangkalan mencari Rojak Tal-ontal yang terletak di Kecamatan Sepeluh, perumahan Nilah. Tal-ontal dalam Bahasa Madura berarti dilempar-lempar. Rojak Tal-ontal yang letaknya sangat sulit dicari ini sebanding dengan rasa yang didapat. Rojak Tal-ontal terdiri dari potongan buah-buahan tipis dengan tambahan telur puyuh rebus dan sate mie telor sosis, yang istimewa dari Rojak ini adalah sambalnya yang terbuat dari fermentasi udang, rasanya sangat gurih. Biasanya sambal dipisahkan menjadi dua mangkok, untuk yang suka pedas dan tidak.

Jpeg

Rojak Tal-ontal

– Bebek Janteh
Berada di Bangkalan, belum langkap rasanya jika tidak mencicipi kuliner bebeknya, Bangkalan terkenal sebagai surganya para bebek, beragam olahan bebek tercipta dengan cita rasa yang luar biasa, menu kuliner bebek yang paling direkomendasikan di Bangkalan tentu saja Bebek SInjay ataupun Bebek Songkem. Namun, ada yang tidak kalah menarik dibandingkan 2 nama kuliner bebek yang lumayan terkenal itu, Bebek Janteh. Letaknya di Kecamatan Burne, pertigaan tengkel, depan kantor kecamatan, embong mereng.
Dengan harga 17 ribu saja, kita sudah mendapatkan seporsi bebek dengan potongan besar ditambah sepiring usus goreng. Bumbu bebek gorengnya sangat kaya rasa, pas dilidah, daging bebeknya tidak terasa amis, saat gigitan pertama lemak dari daging bebeknya meluber dimulut, ah, enak bangeet. Rekomended bagi kalian yang pengen kuliner bebek dengan tampilan dan rasa yang berbeda.

Jpeg

Bebek Jenteh

– Nasek Hona Café, Bar and Lounge
Jangan tertipu dengan namanya, kuliner malam satu ini bukan berada di café atau bar maupun lounge. Nasek Hona terletak di pinggir jalan, tepatnya sepanjang jalan trotoar bersebrangan dengan alun-alun bangkalan. Beralaskan tikar dan duduk lesehan, kita akan disuguhkan dengan nasi putih panas dengan tambahan telur dadar, mie goreng dan sambal teri. Yang paling menonjol dari Nasek Hona adalah sambal terinya yang juara. Pedasnya gila banget, ditambah teri goreng renyah yang kriuk banget di mulut. Siap-siap keringetan dan bikin bibir ndower aja deh. Nasek Hona buka pukul 8 malam hingga pagi hari jika persediaan masih ada. Hati-hati kehabisan lesehan, karena Nasek Hona selalu dipadati pengunjung dari kota maupun luar kota Bangkalan.

Jpeg

Nasek Hona Cafe Bar and Lounge

Advertisements

6 thoughts on “1 Hari Keliling Bangkalan

    • Memang dipotongin begitu untuk ditambang, mas. Sedikit miris ketika melihat coretan2 di dinding bukit.
      Bebek Madura harus dicoba lebih dulu jika pulang ke Indonesia, ya 😀

    • Waah, padahal ada beberapa yang belum saya tulis, seperti mercusuar dan es obama. Sudah pernah juga kah, mas? Atau ada rekomendasi lainnya mungkin. Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s