Tersesat di Pantai berpasir cokelat.

Setiap orang pasti punya konsep travelling yang nyaman untuk diri sendiri. Ada yang sering koar-koar kalau lebih senang travelling sendirian karena gak mau direpotin temen seperjalanan, ada yang lebih senang ramai-ramai karena takut nyasar. Ya, everybody have a choice. Saya sendiri sih mau model travelling apapun hayuk aja. Pertama kali solo travelling, alasannya klise banget, lagi patah hati dan pengen menyendiri. Iya itu sih jaman masih labil yang stabil gitu deh. Namun lama kelamaan saya enjoy dengan travelling sendirian, lebih karena bisa dengan mudah menikmati perjalanan tanpa harus terbatasi waktu, bisa menetapkan itinerary sendiri kemana aja, dan gak ketahuan kalau pas lagi khilaf flirting cowok sebelah.

Saya bersyukur ketika akhir bulan January yang lalu, pergi ke pantai Nanggelan bersama teman-teman rombongan besar berjumlah 14 orang, karena menujunya saya nyasar gak karuan hampir kurang lebih satu jam didalam hutan. Karena menuju pantai Nanggelan, jalan yang dilalui saat trekking sangat rumit. Bahkan salah satu teman yang sering ke Nanggelan pun masih bingung harus kemana, karena medan yang berbukit, hutan belantara, serta tidak adanya penunjuk arah yang jelas.

Yogaaaa....

Yogaaaa….

nyasar-nyasara men..

nyasar-nyasar men..

Untuk ke Pantai Nanggelan, bisa melalui dua arah. Yang pertama melewati perkebunan Kota Blater, jarak yang ditempuh hanya sekitar 1.30 jam perjalanan saja. Jalannya masih makadam dan jika musim hujan, lumpur yang dilalui sepeda motor sangat licin dan mudah sekali terpleset. Rute kedua melewati desa Sumberejo dan Sabrang, di kecamatan Ambulu. Jalan yang dilalui lebih mudah, namun rute yang ditempuh lebih lama sekitar 2 jam perjalanan dari kota Jember.

medan berlumpur

medan berlumpur

IMG_4097a

Setelah sampai di perkebunan Kota Blater, kita akan menemukan shelter terakhir untuk menitipkan kendaraan bermotor. Kemudian dilanjutkan trekking dengan medan yang berbukit, berbatu serta licin karena lumpur saat musim penghujan. Beberapa kali teman-teman seperjalanan berjatuhan dan susah bangkit lagi, itu karena medan yang dilalui lumayan berat serta akibat kecapean dan mulai ngos-ngosan, kemudian kehilangan keseimbangan.

naiiikk lagii sampai pucuk

naiiikk lagii sampai pucuk

IMG_4113a

Lelah perjalanan akan dibayar tuntas dengan pemandangan Pantai Nanggelan yang berpasir cokelat susu, serta matahari tenggelam yang sangat menakjubkan. Jangan takut kehabisan air, karena di Nanggelan sumber air alam sangat melimpah, jika kita menyusuri garis pantai dan masuk ke dalam hutan disamping muara, sumber mata air melimpah bisa dengan mudah kita dapatkan.

IMG_4119

DSC_7607

IMG_4120

menuju sumber mata air

menuju sumber mata air

Nanggelan sangat terkenal dengan para pemacingnya pada setiap sore hari yang bergerombol menuju karang besar serta teluk pisang. Kalian juga bisa bermalam mendirikan tenda disamping muara, namun hati-hati, kerena masih banyak monyet berkeliaran yang senang mencuri barang, monyet terkadang datang sendiri ataupun bergerombol sekeluarga seperti ikutan piknik bersama.

pemancing nanggelan

pemancing nanggelan

pantai berpasir cokelat

pantai berpasir cokelat susu

sampah di Nanggelan

sampah di Nanggelan

main gong duluu....

main gong duluu….

Saat ke Nanggelan saya sedikit miris melihat keadaan pantai yang dipenuhi dengan sampah plastik ataupun sampah limbah rumah tangga. Entah sampah yang berserakan ini ditinggalkan oleh pengunjung ataupun sampah yang terbawa ombak dari laut. Sangat disayangkan jika pantai seindah Nanggelan, rusak keindahannya karena sampah yang dibawa oleh orang tidak bertanggung jawab dan tidak mencintai alam. Jika kalian ingin menikmati keindahan alam dimanapun itu, maka jaga dan rawatlah alam sebaik mungkin. Karena saya percaya, kalian semua yang membaca blog saya adalah orang-orang yang baik. This world is full of beautiful and kind-hearted people.

cheers

cheers

Advertisements

One thought on “Tersesat di Pantai berpasir cokelat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s