Air terjun yang jatuh dari langit tertinggi di Jember, Tancak Tulis.

Pagi ini secangkir kopi hitam menjadi bekal sarapan pagi saya. Sembari menunggu kedatangan beberapa teman seperjalanan yang semalam berjanji bertemu pukul 8 pagi hari. Namun sampai lebih dari 30 menit, batang hidungnya pun tak nampak. Saya lelaah. Sepertinya budaya ngaret sudah mendarah daging di anak Indonesia seperti kami yang semakin bersahaja ini.

Fyi, tulisan mengenai Tancak Tulis ini berbeda dengan tulisan sebelumnya yang sama2 berjudul Tancak. Tancak sendiri dalam bahasa madura berarti Air terjun. Post sebelumnya di blog ini adalah Tancak Panti yang berlokasi di Panti. Sedangkan tulisan ini adalah tentang Tancak Tulis, yang terletak di Tanggul, Jember.

salah satu perkebunan yang dilewati

salah satu perkebunan yang dilewati

Pukul 9 tepat akhirnya kami berangkat menuju deerah Tanggul, Kabupaten Jember. Untuk mencari Air terjun Tancak Tulis, nantinya tujuan kami akan melewati tiga perkebunan, kemudian dilanjutkan memasuki desa Petung Tulis. Jalanan yang dilewati hampir kebanyakan makadam serta berlumpur karena musim penghujan, berbatu kecil, besar, makin besar dan besaaar sekali. Lebih disarankan untuk menggunakan sepeda motor, jika menggunakan mobil harus menggunakan double gardan. Waktu tempuhnya sekitar 3 jam perjalanan hingga pos pemberhentian terakhir. Saat turun di pos, saya sudah tidak bisa merasakan pantat saya lagi akibat perjalanan yang sangat ekstrim *elusin pantat*. Jangan khawatir, pemandangan indah sepanjang perjalanan akan menemani kalian menuju Air Terjun dan membuat kalian akan terpesona, namun lamanya perjalanan masih terasa banget *sigh* 😦

Jalan yang dilewati keluar masuk hutan

Jalan yang dilewati keluar masuk hutan

siap-siap motor mogok deh..

siap-siap motor mogok deh..

pemandangan sepanjang perjalanan. Kincir air milik warga perkebunan sekitar.

pemandangan sepanjang perjalanan. Kincir air milik warga perkebunan sekitar.

Kemudian sampai di pos terakhir, kita bisa memarkir kendaraan di sebuah gubuk kosong ditengah kebun kopi. perjalanan dilanjutkan kembali dengan trekking hingga 1 jam perjalanan tergantung kondisi tubuh masing-masing.

Tempat pemberhentian terakhir kendaraan.

Tempat pemberhentian terakhir kendaraan.

Saat trekking kita akan ditemani dengan suara burung yang harmonis sekali dengan suara angin menerpa pepohonan sekitar, lebatnya hutan serta indahnya bunga-bunga yang sedang bermekaran sepanjang perjalanan. Ditambah bunyi air terjun yang semakin dekat, memacu kami untuk segera menceburkan diri dibawahnya.

melewati sungai pertama menuju kedalam hutan.

melewati sungai pertama menuju kedalam hutan.

ditemani bunga bermekaran sepanjang perjalanan

ditemani bunga bermekaran sepanjang perjalanan

cheers

cheers

lewat semak belukar

lewat semak belukar

ketemuuu. yihaaa

ketemuuu. yihaaa

Jangan lupa untuk membawa peralatan P3K serta tembakau kering untuk mengusir lintah yang sering banget nempel di badan. Iya, karena keadaan alam disekitar air terjun Tulis ini masih sangat alami, habitat binatang didalamnya juga masih terjaga karena belum banyak terjamah manusia. Mengakibatkan lintah-lintah disini kelaperan dan haus akan darah manusia cantik seperti saya.

Perjalanan yang melelahkan ini akhirnya akan dibayar tuntas oleh keindahan Air Terjun Tulis, mungkin benar jika penduduk sekitar mengatakan bahwa ini adalah air terjun tertinggi di kota Jember. Beberapa kali saya menyambangi air terjun di Jember, masih belum terlihat air terjun yang setinggi di Tulis. Airnya seakan-akan jatuh persis dari langit tanpa terlihat bagian hulunya.

perjuangan banget ngeliat ini..

perjuangan banget ngeliat ini..

dasarnya gak kelihatan..

dasarnya gak kelihatan..

Di air terjun Tulis ini saya juga membayar banyak sekali pelajaran. Akibat cuaca ekstrim yang saat itu menemani perjalanan, hujan angin serta badai petir dan kilat membuat saya kehilangan keseimbangan hingga akhirnya kehilangan sebuah handphone baru dan camera yang nyemplung di sungai dengan suksesnya. Hiks. Kesalahan saya karena tidak memasukkan keduanya dalam dry bag.

sungai kedua lokasi hape dan kamera sukses kecebur :(

sungai kedua lokasi hape dan kamera sukses kecebur 😦

Terlepas dari itu semua, saya bangga menjadi seorang anak yang tumbuh besar di Jember, Jember memiliki potensi alam sangat mempesona dalam lebatnya hutan serta garis pantainya. Meski tidak pernah diperdulikan oleh pemerintahnya. Semoga Air Terjun Tancak Tulis terjaga keindahannya sampai kapanpun tanpa dikotori oleh tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.

Kalian juga bisa melihat keindahan Tancak Tulis ini di Trans7, salah satu acara traveling berjudul HelloParadise. Kalau telat nonton, silahkan youtube-ing aja guys. Cheers.

*abaikan muka kusutnya*

*abaikan muka kusutnya*

Advertisements

8 thoughts on “Air terjun yang jatuh dari langit tertinggi di Jember, Tancak Tulis.

  1. sy asli semboro cuma sekarang tinggal di kota jember,sebenarnya air terjun ini sudah lama sekali,sayang aja jarang di ekspose ke media..dan jarang yg tau,di samping tempatnya yg lumayan jauh akses jln nya pun rusak parah,masih mending tancak panti jember cuma mau naik ke atas nya lumayan jauh 2,5 km dengan jarak tempuh 1,5 jam dari pabrik kopi.kalau pemerintah mau memperhatikan dan mengelolanya dengan baik pasti objek wisata seperti ini akan menjadi ramai dan jember semakin terkenal dengan alam wisata nya yg luar biasa bagus dan indah anda mungkin bisa lihat setiap jln yg menuju ke lokasi wisata di jember semua nya rusak parah tanpa ada yg memperhatikan termasuk dari dinas pariwisatanya..tapi semua tergantung sama kita nya sendiri atau warga sekitar yg lebih dekat dengan tempat wisata tersebut kalau mereka bisa mengelola sendiri dan gak perlu bantuan dari pemerintah itu akan menghasilkan kan keuntungan buat warga sekitarnya itu yg jelas..salah satu nya teluk love Payangan tanpa di sentuh pemerintah dan sekarang di kelola oleh warga sekitarnya tempat itu jadi sangat bermanfaat buat mereka semua..mulai dari parkir yg teduh dan tiket masuk murah tempat itu menjadi favorit untuk sekedar melepas lelah dan kita gk perlu keluar duit banyak untuk bersenang2 di sana..ya semoga saja apa yg sudah anda ekspose tentang air terjun tulis ini semoga bisa membuka mata pemerintahan kita untuk lebih peduli dengan keindahan alam di sekitar kita supaya kita tidak malas untuk ke sana hanya karena jln yg rusak dan sebagainya ini juga nanti nya akan menghasilkan pemasukan yg besar buat kota jember jika tempat wisata kita udah terkenal sampai ke manca negara..

    • Betul sekali, mas Yansen. Saya setuju dengan pendapat, mas, tentang campur tangan pemerintah dalam meningkatkan pariwisata di kota Jember sendiri. Melihat sedikit demi sedikit ada beberapa hal yang juga terlihat mencoba untuk dirubah oleh pemerintah, juga seharusnya dapat mengapresiasi masyarakat Jember sendiri untuk lebih sadar dalam menjaga kota Jember, dr segi kebersihan maupun keamanan.
      Terima kasih sudah mampir dan salam kenal, mas πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s