7 bidadari di Air Terjun Rowosari

“Hoi, besok pagi ke Rowosari, yuk. Nyamperin Air terjun. Diajakin Tim Sukalanjalan.com nih”

Seketika saja kopi panas yang masih belum tertelan ini hampir menyembur ke arah suara parau milik lelaki berwajah kusut, tidak terlalu tinggi namun selalu banyak bicara. Belum genap 8 jam yang lalu saya masih terkena sindrom pusing dan mual akibat berkendara menaiki bus trayek Surabaya – Jember, dengan sopir yang sepertinya memendam bakat menjadi pembalap formula 1 mengendarai bus ugal-ugalan, apesnya saya duduk di kursi paling depan dekat dengan sopir. Seperti nonton bioskop 3D, teriakan penumpang terdengar seperti kelompok paduan suara, kompak meneriakkan “Aaaakkkkkk… SOPIR BA7%#@*..”

Namanya Yova, saya mengenal dia ketika kami mengerjakan satu proyek bersama-sama selama hampir 3 minggu. Yova adalah salah satu oknum yang patut disalahkan ketika berbicara tentang Air Terjun dan meracuni saya untuk ikutan. Dia selalu menyombongkan diri sebagai pemburu Air Terjun dimanapun dengan kondisi apapun, ah ntahlah mungkin dia lelah, karena sampai saat ini memburu wanita adalah hal yang paling sulit dilakukannya.

Tepat pukul 9 pagi keesokan harinya, saya yang masih pusing dan mual akibat semalam sukses dipaksa ikutan, sudah berkumpul bersama Yova beserta beberapa kawan lainnya dari sukalanjalan.com yang akhirnya meluncur menuju desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe.

Selama kurang lebih satu jam perjalanan, kami telah sampai di rumah terakhir warga, untuk menitipkan motor. Kemudian dilanjutkan berjalan kaki melewati kebun kopi dan hamparan pohon duren yang membuat perut saya kelabakan nagih minta makan duren langsung dari pohonnya. PLAAK!

IMG_0397

Menuju Air Terjun, kita harus menuruni lembah lereng bukit yang sedikit curam. Akibat musim penghujan, jalanan yang licin juga menjadi faktor penghambat perjalanan. Tebing tinggi yang dibasahi air juga menjadi tantangan perjalanan kali ini. Hanya sekitar 15 menit berjalan kaki, kita sudah menemui Air Terjun Bidadari yang pertama dan bertingkat tiga. Alirannya tidak begitu deras dan tidak terlalu tinggi.

Air terjun bidadari pertama

Air terjun bidadari pertama

Selama kurang lebih 5 menit menyusuri aliran sungai kembali, Air Terjun kedua yang memiliki debit air besar dan lebih tinggi dibandingkan pertama kali, menyambut kami dengan suaranya yang sangat keras membentur bebatuan.

Air terjun bidadari kedua

Air terjun bidadari kedua

Setelah beristirahat sejenak di tepian air terjun, kami melanjutkan menyusuri aliran sungai kembali untuk mencari Air terjun selanjutnya. Menuju Air terjun ketiga tidak semudah yang sebelumnya, tidak adanya jalan setapak dan keharusan menyusuri aliran sungai, membuat saya sukses basah kuyup ketika melewati batuan besar dengan aliran deras sungai. Jangan lupa untuk membawa baju ganti, kalau pulang-pulang gak mau masuk angin.

IMG_0336IMG_4211

Air terjun bidadari ketiga

Air terjun bidadari ketiga

Melanjutkan perjalanan menuju Air terjun keempat, membuat saya semakin berdecak kagum. Tidak hanya aliran sungai yang semakin sulit dilewati, tetapi juga pemandangan tebing-tebing tinggi indah kehijauan di sisi kanan-kiri sungai, membuat saya teringat dengan Green Canyon. Tebing tinggi yang berderet berwarna kehijauan, di beberapa celahnya muncul tetesan air yang berbentuk serambi menambah rasa kagum kami saat itu. Woi, Jember juga punya Green Canyon nih.

Green Canyon rasa JemberBanget

Green Canyon rasa JemberBanget

IMG_4317a

Air terjun bidadari keempat

Air terjun bidadari keempat

Rasa lelah dan letih ketika melewati bebatuan besar licin dan berlumut, melewati beberapa pepohonan yang tumbang ke air, jatuh terpleset berkali-kali, tidak menyurutkan keinginan kami untuk mencari Bidadari Air terjun selanjutnya. Sudah kepalang basah, masuk angin juga nanti barengan. Begitu yang diteriakkan, Yova, si raja tega.

IMG_4391

Air terjun kelima. Membuat saya semakin tak henti-hentinya berkedip. Iya, berkedip berkali-kali karena terkana gemercik air terjun yang lumayan deras dan kelilipan akibat terlalu sering mendongakan kepala keatas, tak henti berdecak kagum dengan pemandangannya. Air terjun kelima, dipisahkan oleh sebuah batu besar yang terletak persis di tengah membelah air, seakan memang sengaja ada dua aliran air terjun yang digunakan bidadari ketika lagi berantem dan gak mau mandi bareng. Begitu pikir saya.

is it really amazing, right?

is it really amazing, right?

Air terjun bidadari kelima

Air terjun bidadari kelima

Selama hampir 10 menit kembali menyusuri sungai, masih ditemani dengan tebing-tebing tinggi yang hanya sedikit saja membiarkan sinar matahari sore itu muncul malu-malu terbias melewati dahan pohon. Saya sekali lagi tertegun, air terjun keenam seakan berdiri kokoh menyambut saya. Air terjun keenam ini adalah air terjun terakhir dari serangkaian bidadari yang ingin saya temui sore itu. Akibat longsor dan banjir, membuat aliran sungai menuju air terjun ketujuh tertutup oleh batuan besar dan tidak mungkin dapat ditempuh tanpa menggunakan peralatan untuk memanjat lengkap.

Air terjun bidadari keenam

Air terjun bidadari keenam

Sore itu saya kembali tersenyum, satu lagi sebuah tempat tersembunyi di Jember yang masih sangat alami bisa saya temui. Terima kasih untuk teman-teman dari tim sukalanjalan.com yang udah ngajakin, trip yang menyenangkan, menantang dan keren banget. Ingin bertemu banyak bidadari lainnya di Jember, bertemu dengan banyak teman travelling lainnya, atau bahkan mungkin gebetan? hehe silahkan hubungi mereka di http://sukalanjalan.com Thank you, guys. Kalian luaarrr biasaaa.

Bentar, pose dulu sebelum lompat..

Bentar, pose dulu sebelum lompat..

Advertisements

9 thoughts on “7 bidadari di Air Terjun Rowosari

  1. Tapi iki natgeo, natgeo ris..dan natgeo gak sebercanda iku..
    Postingen lah yo kpan2 awkmu bisa sampe berurusan karo natgeo..

    serius iki, pengen jg aku beraktualisasi diri kyok jare maslow.
    trus iki ono blog bagus, iso memperkaya khazanah, arek jember tapi aku gak kenal tapi kagum aku –> http://nuranwibisono.blogspot.com/

    oke deh suwun ris, keep blogging, mampir2 nang blogku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s