JEJAK PURBAKALA WARISAN DUNIA, SANGIRAN.

Saya selalu tertarik dengan sejarah, mungkin karena itu saya sangat tertarik dengan barang-barang yang berbau vintage yah. Hehe. Saat ke Solo beberapa waktu yang lalu, saya sangat antusias menetapkan itinerary menuju Museum Manusia Purba Sangiran. Mungkin bagi kalian yang belum tau semenjak  tahun 1996, Sangiran telah diakui oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO), salah satu lembaga di bawah PBB, sebagai salah satu warisan dunia (World Heritage Site). Sangiran. Merupakan sebuah desa yang terdapat di sebelah selatan kota Solo, Jawa Tengah. Berkendara dari kota Solo hanya menempuh jarak sekitar 15 km, sekitar 1jam saja. Bukan sebuah alasan jika masih banyak yang bilang jauh dan susah diakses. Karena kenyataannya sangat mudah menemukan Museum sangiran. Jika kalian menggunakan fasilitas kendaraan umum bisa dengan mudah menaiki bus dari Terminal Tirtonadi, kemudian berhenti di pertigaan, lalu dilanjutkan dengan naik ojek masuk desa sangiran. Disini abang ojek tidak akan segan mengantarkan kalian menikmati pemandangan desa sangiran, di kanan-kiri terdapat rumah warga yang menjual berbagai macam souvenir yang kebanyakan dari batu diukir menjadi sedemikian rupa. Image

 

Tak seberapa lama kita akan melihat gapura besar yang berciri gading gajah. Itulah gerbang masuk Museum Sangiran. Kita akan disambut sebuah batu besar dengan wajah seorang manusia purba. Disamping kanan terdapat sebuah bangunan di atas bukit yang sangat besar. Oh ya jika kalian berkunjung sempatkan untuk melihat pemutaran film manusia purba lengkap dengan rekontruksi dan detail tentang manusia purba. Pemutaran film ini dikenakan tarif 70ribu untuk hari biasa sedangkan hari libur 80ribu. Masuk bangunan besar , pertama kali disamping kiri kita akan disuguhi pemandangan dari atas bukit ini. Terlihat rumah penduduk, bukit kecil, bukit besar, pematang sawah. Sedangkan di samping kanan terdapat lapisan lahar sebagai lapisan vulkanik paling tua di sangiran yang merupakan lahar purba dari gunung lawu berasal dari hasil erupsi gunung yang berusia sekitar 1.8 juta tahun yang lalu. Di tanah inilah Museum Purba Sangiran berdiri. Sekarang kita akan masuk di Ruang Pamer 1, kekayaan Sangiran. Singkirkan pikiran kalian jika di dalam ruangan ini sangat gelap dan hanya terdapat tengkorak-tengkorak manusia purba, salah besar. Ruangan besar ber-AC dengan pencahayaan yang baik dan ruang yang bersih, kita bisa melihat bagaimana asal muasal sedimen tanah terbentuk, berbagai profil manusia purba, penemuan-penemuan baru pun diperlihatkan dalam gallery pertama ini. ImageImage Disini kita bisa menemukan tengkorak manusia purba seperti Homo Sapies yang memiliki peradaban dan teknologi yang tinggi, Cro-Magnon yang merupakan manusia purba sebagai seniman pertama di dunia, manusia penjelajah pertama di dunia yaitu Homo Erectus, serta Australopithecus africanus merupakan spesies pertama yang melakukan perburuan binatang besar. Keberadaan fosil ini yang dapat membuktikan hal tersebut. Setelah puas merangkum ruang pamer 1. Saya beranjak menuju ruang pamer 2 “Langkah-langkah Kemanusiaan”. Disini kita dapat melihat replica dari manusia purba, tengkorak dari homo erectus, serta beberapa fosil hewan-hewan laut seperti kuda nil, kuda sungai bahkan mamooth. Yang membuat saya sedikit janggal, saat ini Sangiran merupakan daerah yang berada di tengah pulau jawa, tidak berbatasan laut sama sekali. Tetapi di daratannya ditemukan berbagai macam focil hewan-hewan laut yang sangat banyak. Hal ini membuktikan bahwa ratusan ataupun jutaan tahun yang lalu, daratan Sangiran adalah lautan. Seperti teori yang pernah saya baca, Dulu, bumi hanya terdapat satu benua bernama Gondwana. Dalam perkembangannya, lapisan tanah Benua ini bergeser dan membentuk 5 atau 7 benua yang sekarang kita kenal. ImageImageRuang pamer 2 merupakan ruang terbesar dan terlengkap mengenai sejarah-sejarah penemuan, teori benua, teori gunung berapi, teori Darwin dan masih banyak lagi. Menuju ruang pamer ketiga tentang “Masa Keemasan Homo Erectus 500.000 Tahun Lalu”. ImageRuang pamer 3 membawa kita ke sebuah diorama manusia purba besar, lengkap dengan ciri-ciri berburu secara berkelompok, hidup nomaden, serta kehidupan sebagai keluarga. Disini juga dijelaskan tentang proses rekontruksi hominid yang sangat cermat oleh Elisabeth Dāynes, ia menggabungkan penelitian ilmiah, inovasi tekhnologi dan seni, sebagai upaya menghidupkan kembali nenek moyang kita. Image

Belum puas rasanya mengelilingi Museum Sangiran. Banyak hal baru yang dapat saya pelajari. Indonesia boleh bangga mempunyai museum selengkap dan sebesar ini yang berisi dengan warisan budaya dunia di dalamnya. Saya sangat berharap museum ini dapat terus terjaga seperti ini, bersih terawat dan sangat bersahabat. Jadi jika nanti kalian melewati Solo atau Sragen, sempatkanlah mampir yah. Salam IndonesiaKu 🙂 Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s