0

Melihat 5 Gunung di Jiwa Jawa Resort Ijen

Siapa sih yang tidak mengenal Gunung Ijen? Gunung yang dikenal dengan blue fire-nya ini sangat terkenal hingga ke mancanegara, bahkan di dunia hanya ada dua gunung yang memiliki blue fire sebagai pemikatnya, yaitu Ijen dan salah satu gunung di Afrika. Saya beruntung ketika lahir dan besar di negara Indonesia dan dekat dengan gunung Ijen, jadi gak perlu jauh-jauh ke benua Afrika kalau cuma buat ngeliat blue fire, doank.

Jika kalian ingin menikmati Ijen dengan cara berbeda, banyak cara yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah menginap di Jiwa Jawa Resort, Licin – Banyuwangi. Resort dengan arsitektur yang memikat hati ini berhasil membuat saya terkagum-kagum berkali-kali. Dari keseluruhan bangunan dan di setiap sudut ruang selalu menonjolkan tentang ciri khas Banyuwangi serta filosofi bangunan yang begitu rumit jika harus saya ingat-ingat kembali. Bukan, bukan karena saya pelupa, hanya memahami penjelasan mas guide ganteng buat saya hilang fokus saat itu. Jadi, mari fokus ke resort sajalah.

img20160728120234-01

Resto di Jiwa Jawa Resort Ijen

Continue reading

6

1 Hari Keliling Bangkalan

Apa saja sih yang bisa dilakukan ketika di Bangkalan dalam waktu satu hari?

Pertanyaan itu terjawab ketika saya memiliki satu hari libur ketika di Surabaya. Menuju Bangkalan dari Surabaya hanya sekitar 45 menit mengendarai motor melewati jembatan suramadu. Selain beberapa tempat yang selalu membuat saya ingin sekali mengunjungi, karena sering menjadi buah bibir para traveler, saya semakin penasaran dengan kuliner yang katanya murah dan enak-enak banget. Berbekal rasa penasaran itulah, terangkum spot menarik dan kuliner yang patut kalian coba ketika mengunjungi Bangkalan hanya dalam satu hari. Here we go..

Continue reading

9

Mengintip Penyu di Tanjung Keluang, Borneo

Pak, nyetir perahunya pelan-pelan aja dong, pak. Didepan gelap banget gak kelihatan apa-apa. Nanti kalau dilindes Kapal Tongkang, gimana, pak

Tegur saya kepada bapak nahkoda yang berumur sekitar 40tahunan. Dia hanya tersenyum manis, memamerkan giginya dan menatap mata saya lekat-lekat. Bukan, bukan karena naksir saya kok. Tapi bapak ini tahu saya khawatir karena memang cuaca di wilayah Tanjung Keluang ini sedang berkabut tebal. Efek saat bencana kabut asap yang terjadi hampir 3 bulan lamanya melingkupi kawasan Pangkalan Bun ini. Bapak itu menjawab bahwa beliau sudah hapal betul dengan wilayah perairan Pantai Kubu, meskipun tanpa GPS dan cuaca didepan sangatlah gelap.

Dermaga Pantai Kubu yang diselimuti asap.

Dermaga Pantai Kubu yang diselimuti asap pekat

Saat ini saya sedang di sebuah perahu, yang berukuran lumayan besar, untuk menuju ke Tanjung Keluang. Awalnya, tujuan saya bukanlah kemari. Namun ke Teluk Bogam, yang hanya selisih 1 jam saja dari Tanjung Keluang. Namun karena takut ketinggalan pesawat, saya memutuskan untuk menyambangi Tanjung Keluang saja, karena lebih dekat dengan bandara, karena penasaran banget seindah apa sih Tanjung Keluang ini. Yang lebih terkenal oleh orang bule-bule saja, dibandingkan orang lokal. Tanjung keluang ini trip kedua saya dan keluarga, setelah sebelumnya Backpackeran ke Tanjung Puting

perahu klotok yang membawa kami ke Tanjung Keluang

perahu klotok yang membawa kami ke Tanjung Keluang

Continue reading

32

Backpacker bersama kabut asap di Taman Nasional Tanjung Puting

Jpeg

Bete. Kesel. Capek

Foto diatas, diambil ketika saya baru saja turun pesawat Trigana Air tujuan Jakarta – Pangkalan Bun setelah drama delay lebih dari 10 jam. Jadi bisa dipastikan, muka capek, lesu, betenya saya setelah sampai di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun. Jadi tolong sedikit dimaklumi ya, kalau muka dekil saya itu sedikit mengganggu imajinasi pertama kalian saat membaca blog ini. Ketidakjelasan dan tertundanya penerbangan saya dikarenakan alasan kabut asap yang mengganggu penerbangan dari dan menuju Pangkalan Bun. Semakin ketidakberdayaan pemerintah menyikapi bencana kabut asap, semakin saya ingin melihat langsung apa yang terjadi sesungguhnya, tulisan mengenai kekecewaan kepada pemerintah tentang kabut asap, akan segera saya publish nanti.

IMG_7393-01

Berlibur ke Tanjung Puting adalah salah satu bucket list liburan bareng keluarga yang setiap tahun selalu saja jalan bareng entah kemana. Keluarga saya ini mewarisi DNA pejalan, yang kakinya bakalan gatel kalau gak kemana-mana. Setalah beberapa tahun yang lalu saya dan keluarga memilih muterin Pulau Bali dan nyasar kemana-mana karena susah baca GPS, kemudian naik Gunung Ijen bareng karena penasaran sama Blue Fire, nekat ke Taman nasional Alas Purwo karena penasaran sama banteng berkaos kaki putih dan pantai-pantainya yang keren banget, dan sekarang kami memilih Tanjung Puting sebagai destinasi lanjutan jalan-jalan dan nyasar bareng.

Kenapa Tanjung Puting? Kan lagi kena kabut asap? Elo mau madamin asap? Ntar kalau elo kena ISPA gimana? Yaudah kesana aja barangkali jodohnya orang utan, Chak. Yakan? Pertanyaan itu selalu saja muncul, ketika saya mengutarakan niat ke beberapa teman untuk berkunjung ke Tanjung Puting.

Continue reading

2

Air terjun Kali Klepuh : Si perkasa di kaki Gunung Argopuro

Setelah hampir 3 minggu lamanya, disibukkan dengan tugas sekolah yang semakin lama semakin menumpuk gak kelar-kelar. Malamnya seorang sahabat perjalanan saya, Yesi yang gak lulus-lulus ikutan sumpek karena skripsinya, ikutan meracuni pikiran saya untuk piknik hore lagi. Iya sepertinya saya butuh piknik. Lembaran kertas-kertas penuh coretan hitungan saya singkirkan jauh dari kamar, digantikan dengan beberapa item, rain cover, knife army, sunglasses, emergency kit, sepatu, sandal trekking dan camera. Well done, I’m ready to explore Jember again.

Pegunungan Argopuro

Pegunungan Argopuro

Continue reading

16

Eksotisme Air Terjun Watu Ondo Jember

Saya ini orangnya mudah banget terdistraksi. Jumat malam setelah berjumpa dengan beberapa teman Alengleng yang hobinya gak bisa nahan jalan kalau ada hari libur dikit, pamer foto-foto air terjun yang keren banget. Saya langsung mengiyakan tanpa pikir panjang. Padahal hari sebelumnya saya sudah membooking lapangan badminton untuk menghabiskan weekend dengan rencana hidup yang lebih sehat. Ternyata hanyalah wacana, Alengleng berhasil membuat saya membatalkan agenda dan merelakan uang sewa badminton demi rencana hidup lebih sehat dan bermartabat.

Dipamerin foto beginian, siapa yang bakal nolak?

Dipamerin foto beginian, siapa yang bakal nolak?

Beberapa teman backpacker Jember banyak sekali yang penasaran dengan Air terjun Watu Ondo. Sebenarnya tidak begitu susah mencarinya, hanya saja medan yang dilalui memang bukanlah jalan setapak ataupun berbatu dan bermakadam. Namun hutan belantara dengan menyusuri sungai dengan aliran yang tidak begitu deras dan dipenuhi sarang laba-laba, kerena jarang sekali dilalui warga setempat.

Perjalanan masuk keluar hutan

Perjalanan masuk keluar hutan

Tiga petualang cantik, jika dilihat dari tampak belakang.

Tiga petualang cantik, jika dilihat dari tampak belakang.

ready to see a little paradise

ready to see a little paradise

Continue reading

1

Tersesat di Pantai berpasir cokelat.

Setiap orang pasti punya konsep travelling yang nyaman untuk diri sendiri. Ada yang sering koar-koar kalau lebih senang travelling sendirian karena gak mau direpotin temen seperjalanan, ada yang lebih senang ramai-ramai karena takut nyasar. Ya, everybody have a choice. Saya sendiri sih mau model travelling apapun hayuk aja. Pertama kali solo travelling, alasannya klise banget, lagi patah hati dan pengen menyendiri. Iya itu sih jaman masih labil yang stabil gitu deh. Namun lama kelamaan saya enjoy dengan travelling sendirian, lebih karena bisa dengan mudah menikmati perjalanan tanpa harus terbatasi waktu, bisa menetapkan itinerary sendiri kemana aja, dan gak ketahuan kalau pas lagi khilaf flirting cowok sebelah.

Saya bersyukur ketika akhir bulan January yang lalu, pergi ke pantai Nanggelan bersama teman-teman rombongan besar berjumlah 14 orang, karena menujunya saya nyasar gak karuan hampir kurang lebih satu jam didalam hutan. Karena menuju pantai Nanggelan, jalan yang dilalui saat trekking sangat rumit. Bahkan salah satu teman yang sering ke Nanggelan pun masih bingung harus kemana, karena medan yang berbukit, hutan belantara, serta tidak adanya penunjuk arah yang jelas.

Yogaaaa....

Yogaaaa….

nyasar-nyasara men..

nyasar-nyasar men..

Continue reading